Senin, 07 Agustus 2017

Seorang buta yg gila akan ilmu

Keinginam qatadah bin di'amah untuk belajar pada sa'id bin musayyib

Dimasa tabi'in ada seorang buta yg sangat antusias dalam menuntut ilmu, beliau bernama qatadah bin di'amah (60 H-118 H).

 Beliau adalah orang yg terkenal dengan kegigihannya dalam menuntut ilmu, memanfaatkan waktu, serta membaca Al-Quran walaupun beliau adalah seorang yg buta.

Imam adz dzahabi menyebutkan didalam kitab beliau ((sir a'lam al-nubala)) : "beliau (qatadah) adalah hafizhul ashr, teladan bagi para ahli tafsir dan ahli hadits... Beliau adalah bagian dari sipengumpul ilmu".

Ma'mar juga berkata "qatadhah tinggal bersama sa'id bin musayyib selama delapan hari, maka pada hari ketiga sa'id ibnu musayyib berkata : pergilah engkau wahai pemuda buta, sungguh engkau telah menguras habis ilmuku".

Al-sha'q bin hazn berkata " zaid abu abdul wahid menceritakan pada kami, aku (zaid) mendengar Sa'id bin musayyib berkata : tidak seorangpun orang iraq yg datang kepadaku lebih hafidzh dari pada qatadah".

Salam bin mkskin berkata "dari umar bin Abdullah, sa'id bin musayyib berkata pada qatadah : aku tidak menyangka allah menciptakan orang sepertimu".

Pujian2 ini diutarakan oleh sa'id bin musayyib pada muridnya yg sangat ingin menimba ilmu.
 Suatu hari Amil dari abdul malik bin marwan di madinah almunawwarah, yaitu hisyam bin Ismail, ia sangat marah pada imam Sa'id bin musayyib karena tidak membai'at dua orang anak abdul malik yaitu walid dan ismail, lalu ia memukul sang imam sebanyak 60 kali cambukan dan menyuruh sang imam berdiri dibawah terik matahari sebagai tambahan hukuman lalu melarang orang lain menemuinya. Akan tetapi hal itu tidak sedikitpun meruntuhkan minat sang murid (qatadah) untuk belajar pada gurunya yg sedang dizhalimi walaupun pemerintah ketika itu melarangnya untuk menemui gurunya.

Imam adz dzahabi menybutkan dalam kitabnya : "menceritakan abu awanah, dari qatadah ia berkata : ((aku mendatangi sa'id bin musayyib, dan sungguh ketika itu beliau memakai celana pendek dibawah lutut, sedang di suruh berdiri dibawah terik matahari, aku berkata pada penjaga : dekatkanlah aku padanya, maka sipenjagapun membolehkan, lalu aku bertanya pada beliau sedang aku takut beliau mengabaikanku, ternyata beliau menjawabku dengan ikhlas sehingga membuat orang2 takjub))".

Perhatikanlah wahai pemuda muslim, perhatikan kegigihan mereka para salaful ummah dalam menuntut ilmu, walaupun dalam keadaan fisik yg kurang sempurna beliau tetap menuntut ilmu, walaupun mereka sedang dizhalimi, mereka tetap membagikan ilmunya pada orang lain.

Bagaimana dengan kita yg hidup dalam kondisi aman jasmani, rohani, dan lingkungan?
Hendaknya kita bisa merenungkan ini.. semoga kita semua diberi hidayah oleh allah ta'ala

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara turun untuk sujud yg benar

  ‌Soal : kita sering melihat kaum muslimin saling menyalahkan perihal masalah turun ketika sujud, apakah didahulukan lutut atau tangan, mak...