Suatu hari seorang pemuda kecil duduk dalam majlis imam darul hijrah (imam malik) mendengarkan majlisnya dengan sopan dan beradab.
Lalu datang lah seorang laki-laki bertanya pada imam malik, ia bertanya dengan suara yg gemetar karena takut,
Laki-laki: wahai abu Abdullah (imam malik) sengguhnya aku adalah seorang penjual qumri (sejenis merpati), dan hari ini aku menjual seekor qumri, lalu ketika sore hari sang pembelipun datang dan mengatakan bahwa qumri yg ku jual tidak berkicau. Maka aku bertengkar dengannya lalu aku bersumpah dengan thalaq bahwa sesungguhnya qumriku tak pernah berhenti berkicau. (Penjelasan : lelaki ini takut karena ia bersumpah dengan thalaq bahwa qumrinya tidak pernah berhenti berkicau, sedangkan tidak mungkin seekor burung tidak berhenti berkicau, maka ia bertanya pada imam malik apakah jatuh thalaq istrinya karena sumpah itu)
Malik : engkau telah menthalaq istrimu.
Lalu laki-laki itu pergi dalam keadaan sedih.
lalu imam Syafi'i menemui lelaki itu sedang ketika itu umurnya baru 14 tahun lalu ia berkata,
Syafi'i : ulangi lagi masalahmu padaku !
Lelaki : (mengulangi pernasalahan diatas)
Syafi'i : manakah yg lebih banyak? Berkicaunya qumri atau diamnya?
Lelaki : berkicaunya.
Syafi'i : pergilah, tak ada yg terjadi padamu dan istrimu tidak terthalaq.
laki-laki itupun bergegas menemui imam malik dan menceritakan apa yg dikatakan Syafi'i.
Maka imam malik berkata pada Syafi'i,
Malik : wahai pemuda dia menyampaikan fatwa lain darimu, darimanakah engkau dapati ini??
Syafi'i : karena aku bertanya padanya manakah yg lebih banyak antara diamnya qumri atau kicauannya, maka ia menjawab kicauannya.
Malik : maka apa faidah dari diam dan berkicaunya qumri tersebut??
Syafi'i : karena nabi SAW berkata pada fathimah binti qais , sesungguhnya abu jahm adalah lelaki yg tak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya, dan sungguh nabi mengetahui bahwa abu jahm itu pasti meletakkannya ketika ia makan, tidur dan istirahat, tapi beliau mengatakannya seperti demikian adalah sebagai majaz, dan orang arab menjadikan pekerjaan yg sering ia lakukan seolah2 menjadi perbuatan yg selalu ia kerjakan tanpa henti.
imam malik pun takjub dengan kefaqihan imam Syafi'i.
Nantikan kisah menarik lainnya...
Referensi :
1. Manaqib Syafi'iy lil baihaqi
#kefaqihan imam syafii #penjual qumri dan syafii #ketakjuban mallik terhadap syafii

Tidak ada komentar:
Posting Komentar