Sabtu, 29 Juli 2017

   ketinggian semangat imam Syafi'i dalam menuntut ilmu.


     Dalam keadaan senang dan gembira, imam Syafi'i menceritakan tentang dirinya dalm mnuntut ilmu.

Ia berkata, "dulu aku adalah seorang yatim dalam tanggungan ibuku, lalu ia mnyerahkanku ke kuttab(surau), dan ia tidak memiliki apapun yg akan diberikan pada guru, dan ketika itu guruku redha padaku bahwa aku mnggantikannya jika ia telah meninggalkan kuttab (karena kecerdasannya, imam Syafi'i mampu mnggantikan guru beliau mngajar di kuttab)"
Lalu beliau berkata, "suatu ketika setelah aku mngumpulkan Al-Quran, aku masuk kemasjid lalu duduk di majlis ulama, lalu aku mendengarkan hadits dan permasalahan2, maka aku lngsung mnghafalnya,  ketika itu ibuku tidak memberiku uang untuk mmbeli kertas2, lalu aku melihat tangkai, maka aku mngmbilnya dan menulis padanya, maka apabila telah penuh, aku memotong2nya dan memasukkan kebejana, maka terkumpullah disisiku tangkai2"..



Begitulah kcerdasan imam Syafi'i dalam mnuntut ilmu... Dengan kcerdasan yg sedemikian rupa, beliau tetap tawadhu' dan tak pernah berhenti belajar.

 Bagaimana dengan kita yg hanya memiliki kecerdasan rata2 atau bahkan kurang??

Nantikan kisah beliau selanjutnya...

Selasa, 25 Juli 2017

kisah-kisah singkat imam syafii.

kisah singkat kelahiran imam assyafii.




  Dalam kerinduan beliau terhadap kenangan masa lalu, duduklah imam syafii sambil menceritakan kehidupannya kepada murid-muridnya.
lalu beliau berkata "aku dilahirkan di ghaza pada tahun 150H, lalu ibuku membawaku ke asqalan, kemudian karena beliau takut aku akan kehilangan nasabku maka beliau membawaku ke makkah, ketika umurku 10 tahun aku tinggal bersama kerabatku, lalu aku memulai untuk menuntut ilmu".

  Dalam riwayat lain dikisahkan, Suatu hari amr bin sawad duduk bersama imam syafii, lalu sang imam bercerita tentangkehidupan dan perjalanannya.
maka beliau berkata dengan amat beradab "aku dilahirkan di asqala, tatkala umurku sudah 2 tahun ibuku mebawaku ke makkah, dan ketika itu semangatku tertuju pada 2 sesuatu : memanah dan menuntut ilmu, maka aku belajar memanah sehingga aku sangat mahir dalam memanah".

 Imam syafii diam mengenai kemampuannya dalam ilmu karena adab dan ketawadhuannya.

 Maka amr bin sawad berkata "Demi allah, kemampuanmu terhadap ilmu lebih hebat dari pada dalam hal memanah.



Itulah sepenggal riwayat mengenai kelahiran imam syafii rahimahullah, semoga dapat kita ambil hikmahnya, terutama dalam adab dan ketawadhuan beliau.

Referensi lihat :
  1.  manaqib syafiiyah lil baihaqi.
  2.  sir a'lamunnubala.
  3.  tarikh baghdad

 Nantikan kisah2 selanjutnya..!!!

Cara turun untuk sujud yg benar

  ‌Soal : kita sering melihat kaum muslimin saling menyalahkan perihal masalah turun ketika sujud, apakah didahulukan lutut atau tangan, mak...