Selasa, 08 Agustus 2017

Ketaatan abu hanifah pada ibunya.


Suatu waktu ibu imam abu hanifah berkata pada anaknya : aku melihat darah sesudah masa2 suci, maka aku tidak tau apakah aku harus meninggalkan shalat atau tidak, pergilah engkau kepada abu Abdirrahman bin dzar lalu bertanyalah padanya !!.

Maka pergilah abu hanifah menemui abu Abdirrahman bin dzar karena menta'ati ibunya, tatkala sampai disana tertawalah abu Abdirrahman bin dzar seraya berkata : engkau bertanya padaku?? Padahal kami semua mengambil ilmu suatu masalah darimu.

Imam abu hanifah menjawab : sesungguhnya ibukulah yg menyuruhku, dan beliau mempunyai hak atas diriku.

Kemudian umar bin dzar menjawab : wahai abu hanifah, apa pendapatmu tentang permasalahan ibumu tersebut??

Beliau menjawab : pendapatku begini dan begini.

Maka umar bin dzar berkata : pergilah dan temui ibumu lalu katakan begini dan begini (ia mengulangi kembali pendapat abu hanifah dalam hal tersebut).

 Lalu imam abu hanifah pergi menemui ibunya dan berkata dengan penuh sopan santun : abu Abdirrahman bin dzar berkata begini dan begini.


Lihatlah ketawadhu'an dan kepatuhan imam abu hanifah, beliau yg seorang mujtahid muthlaq tidak malu untuk bertanya pada muridnya, tetap patuh pada perintah orang tuanya padahal beliau bisa memberi fatwa sendiri.
Inilah akhlaq ulama salaf yg harus kita ikuti.
Tapi yg terjadi saat ini sangatlah jauh dari akhlaq salaf, para ustadz saling tahdzir, kalau sudah bergelar ustadz malu untuk bertanya dan merasa paling faham terhadap agama, begitu pula para pemudanya, banyak yg durhaka pada orang tua.
Ini fenomena yg sangat menyedihkan, semoga kita semua diberi petunjuk oleh Allah SWT. Aamiiin !!!


Nantikan kisah menarik lainnya ...



Referensi :

1. Al manaqib lil qurdi (2/403)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara turun untuk sujud yg benar

  ‌Soal : kita sering melihat kaum muslimin saling menyalahkan perihal masalah turun ketika sujud, apakah didahulukan lutut atau tangan, mak...