Jumat, 25 Agustus 2017

Siapa itu imam annawawi?



Syekh Muhyiddin abu Zakariya Yahya bin syaraf Al hizami annawawi (Imam Annawawi), beliau adalah seorang munaqqih madzhab atau orang yg merevisi madzhab Syafi'i dan menertibkannya, seorang yg tinggi kedudukan dan kemampuannya dalam ilmu, seorang yg memiliki karangan-karangan yg masyhur lagi bermanfaat.
Beliau dilahirkan tanggal 10 muharram 631 H di negeri Nawa, yaitu sebuah desa di negeri syam, disanalah beliau menamatkan hafalan Alquran, lalu beliau pergi ke damaskus pada tahun 649H, disana beliau membaca kitab ((attanbih)) selama empat bulan setengah, hebatnya lagi beliau hafal seperempat kitab ((Al muhadzzab)) beberapa bulan sesudahnya, tepatnya pada tahun 650H, lalu beliau pergi haji beserta orang tuanya pada tahun 651H.
Beliau Imam Annawawi dalam sehari semalam membaca 12 pelajaran bersama para gurunya dalam mata pelajaran yang berbeda-beda, beliau belajar fiqh dari beberapa ulama, diantaranya Al kamal Sallar Al Irbilliy, dan Al kamal Al maghribiy, imam Annawawi banyak mengambil manfaat dari mereka.
Beliau rahimahullah adalah seorang yg sangat sabar lagi zuhud atas kerasnya kehidupan, beliau bahkan tidak pernah memakan buah-buahan negeri damaskus karena keraguan beliau atas adanya kecurangan atau syubhat pada makanan tersebut, beliau hanya memakan apa yang berasal dari kampungnya yaitu yg berasal dari orangtuanya, dalam sehari semalam beliau hanya makan satu kali yaitu sesudah isya, dan tidak minum kecuali hanya satu kali yaitu pada waktu sahur, beliau tidak pernah meminum air dingin (air es) sebagaimana kebiasaan orang-orang syam, dan beliau juga tidak menikah, beliau banyak begadang untuk beribadah dan mengarang kitab, beliau adalah seorang yang suka mengajak pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran, beliau biasa memakai pakaian katun dan memakai sorban yg lembut dan ringan, dijanggutnya terdapat rambut yang memutih, dan pada dirinya terlihat ketenangan dan kewibawaan ketika berdiskusi bersama para fuqaha.
Lalu beliau kembali kekampungnya, kemudian mengunjungi baitul maqdis, kemudian kembali, setelah itupun beliau jatuh sakit, lalu wafat pada malam rabu tanggal 14 rajab 676H, dan beliau dimakamkan denegerinya. Semoga allah memberi kita manfaat dengan apa yang beliau tinggalkan. Aamiin.




Referensi:
1. Thabaqat Syafi'iyah li Al syarqawi.

Minggu, 20 Agustus 2017

Jika kamu tidak terbunuh hari ini, kamu tetap akan mati.


Imam ahmad diseret menemui khalifah al Ma'mun dalam keadaan terikat, mendapat kabar tersebut abu ja'far pun bergegas menemui imam ahmad untuk mengucapkan salam pada beliau sebelum dibawa menghadap khalifah.

Ia melewati pos2 sehingga sampai dan berdiri dihadapan imam ahmad, lalu imam ahmad bertanya : "apakah engkau bersusah payah hanya untuk menemuiku wahai abu ja'far?", Lalu abu ja'far menjawab : "aku sama sekali tidak bersusah payah wahai ahmad".
Kemudian abu ja'far berkata seraya menetapkan hati imam ahmad : "engkau hari ini adalah pemimpin (dalam agama), dan orang2 menjadikanmu sebagai suri tauladan, maka demi allah wahai abu Abdullah (Ahmad) jika engkau menjawab bahwa Al-Quran itu adalah makhluq, sungguh orang-orang juga akan menjawab dengan jawaban yg sama, dan jika tidak englau jawab sungguh orang-orang juga tak akan menjawab bahwa Al-Quran itu makhluq".
Lalu abu ja'far melanjutkan :"wahai abu abdullah, sesungguhnya jika seseorang tidak membunuhmu hari ini, engkau tetap akan mari, engkau pasti akan mati, jadi takut lah pada allah dan jangan jawab pertanyaan mereka yg menyatakan bahwa Al-Quran itu makhluq".

Imam ahmad pun menangis, dan beliau berkata dengan sangat gembira mendengar nasihat dari abu ja'far :" masya allah, Masya Allah!!"
Kemudian imam ahmad mengatakan pada ja'far :" ulangi perkataanmu tadi wahai abu ja'far!!"

Kemudian abu ja'far kembali mengulang perkataannya dan menetapkan hati imam ahmad.

Imam ahmad berkata dengan gembira :"Masya Allah, Masya Allah.."


Nantikan kisah menarik lainnya... !!

Referensi:
1. Tarikh dimasyq
2. Sir a'lam nubala

Sabtu, 19 Agustus 2017

Qamis imam ahmad


Ketika imam Syafi'i menetap di mesir beliau berkata pada muridnya rabi' : "ambillah suratku ini dan pergilah ketempat abu abdullah ahmad bin hanbal, lalu berikan padaku balasan dari suratku itu".

Pergilah rabi' kebaghdad, sesampai disana ia memberikan surat imam Syafi'i kepada imam ahmad bin hanbal setelah menunaikan shalat shubuh.

Rabi' berkata pada imam ahmad : ini surat saudaramu Syafi'i dari mesir.
Ahmad : engkau telah melihatnya?
Rabi' : belum

Lalu imam ahmad membuka surat tersebut dan membacanya, seketika itu juga air matanya langsung bercucuran.
Maka ketika rabi' melihat hal ini ia pun bertanya,
Rabi' : wahai abu Abdullah, apakah isi surat tersebut?
Ahmad : imam Syafi'i bermimpi bertemu Rasulullah didalam tidurnya, lalu nabi berkata pada Syafi'i "tulislah sebuah surat untuk ahmad bin hanbal, dan sampaikan salam dariku, lalu katakan padanya (Ahmad) bahwa sesungguhnya engkau ( Ahmad) akan diuji dan diseru untuk mengatakan bahwa Al-Quran itu makhluq,  maka janganlah engkau menjawabnya, maka allah akan akan mengangkat derajat ilmumu hingga hari kiamat".
Maka rabi'berkata : ini adalah berita gembira.

Imam ahmadpun langsung membuka qamis yg menempel dengan kulitnya dan memberikannya pada rabi', kemudian pulanglah rabi' dengan membawa qamis imam ahmad beserta surat balasan kemesir lalu memberikannya pada imam Syafi'i.

Syafi'i : apa yg diberikan ahmad ??
Rabi' : ia memberikan qamis yg menempel langsung dikulitnya.

Maka imam Syafi'i dan rabi' memegang qamis itu lalu bertabarruk dengan qamis tersebut.


Nantikan kisah menarik lainnya...!!

Referensi:
1. Tarikh dimasyq.

Senin, 14 Agustus 2017

Kecerdasan dan kekuatan hafalan imam malik.

Engkau termasuk orang yg paling kuat mendapatkan suatu ilmu.

Suara takbir mengguncang madinah Al Munawwarah pada hari raya, maka berangkatlah seorang pemuda kecil yg bernama malik bin annas untuk melaksanakan shalat ied, kemudian ia shalat. Lalu ia berbisik pada dirinya : "aku yakin hari ini ibnu syihab memiliki waktu kosong".

Ia pun bergegas dari masjid menuju rumah ibnu syihab, dan duduk dipintunya, maka ibnu syihab pun berkata padaa pembantunya : "lihatlah siapa di pintu!",  Kemudian ia melihat, dan berkata : "anak asuhmu malik", Ibnu Syihab berkata : "suruh dia masuk".

Masuklah malik bin annas kedalam rumah gurunya Ibnu Syihab Al Zuhri,
Ibnu syihab : apakah kamu sudah pulang kerumahmu?
Malik : belum
Ibnu Syihab: engkau sudah makan?
Malik : belum

Maka ibnu syihab menghidangkan makanan untuknya, tapi malik menolak dan berkata :"aku kesini tidak untuk makan".
Berkata Ibnu Syihab sambil terkejut :"lalu apa yg kau inginkan?".
Malik berkata dengan gembira :"bacakanlah hadits untukku".

Kemudian malik mengeluarkan catatannya lalu ibnu syihab membacakan untuknya 40 hadits.
Lalu malik berkata : tambahlah untukku.
Ibnu Syihab : cukuplah untukmu 40 hadits ini, jika engkau meriwayatkannya maka engkau termasuk al huffadz (bergelar al hafidz atau penghafal hadits).
Malik : sungguh aku sudah meriwayatkannya (menghafalnya).
Lalu ibnu syihab mengambil catatannya kemudian menyuruhnya membacakan hadits2 tersebut, malikpun membacakannya dari hafalannya, kemudian Ibnu Syihab berkata padanya :"berdirilah, sesunggahnya engkau termasuk orang-orang yg kuat dalam mendapatkan ilmu".



Nantikan kisah menarik lainnya..!!

Referensi :
1. Tartibul madarik.

Jumat, 11 Agustus 2017

Jawaban imam Syafi'i ketika ditanya apakah Al-Quran itu makhluq

Al Qur'an adalah kalam allah.

Imam Syafi'i seorang alim lagi faqih duduk di kursi sedang berfatwa dan mengajar dan ketika itu kemasyhuran beliau bak gemuruh gendang yg didengar telinga(sangat masyhur), lalu datanglah pemuda yg kurang imannya untuk mendebatnya.

Lelaki itu berkata : khabarkan padaku tentang Al Qur'an, apakah dia khaliq (tuhan) ?

Syafi'i : tidak.

Lelaki : maka berarti ia makhluq ?

Syafi'i : bukan.

Lelaki : berarti ia bukan makhluq?

Syafi'i : benar.

Lelaki : maka apa dalil bahwa al qur'an bukan makhluq?.

Syafi'i : engkau yakin bahwa Al-Quran itu kalam allah ?.

Lelaki : ya.

Syafi'i : maka engkau meyakini bahwa allah itu ada sebelum ada makhluq dan kalamnyapun sudah ada sebelum ada makhluq? Atau engkau meyakini bahwa allah ada sebelum ada makhluq dan kalamnya belum ada?.

Lelaki : aku percaya bahwa allah ada sebelum ada makhluq dan kalamnya sudah ada sebelum ada makhluq .

Maka berkata Syafi'i sambil tersenyum : wahai orang kufah, jika engkau meyakini bahwa allah sudah ada sebelum ia menciptakan makhluq satupun, dan sudah ada pula bersamanya kalamnya, maka menurutmu kalam itu adalah allah atau selain allah atau bukan allah??

Maka lelaki itu sadar bahwa kalam allah adalah bagian dari dzatnya (shifat allah), maka sebagaimana allah itu bukan makhluq begitu pulalah kalam juga bukan makhluq, maka lelaki itu diam dan keluar.


Nantikan kisah menarik lainnya...!!



Referensi:
1.manaqib Syafi'i lil baihaqi.

Kamis, 10 Agustus 2017

Jawaban cerdas sang nashir al sunnah.

Seorang laki2 yg bersumpah menthalaq istrinya.

Datanglah seorang laki-laki menemui imam Syafi'i untuk menanyakan bagaimana jalan keluar jika ada seseorang meletakkan kurma dimulutnya lalu ia berkata pada istrinya : jika aku memakannya atau menjatuhkannya maka engkau terthalaq. (Dia bertanya bagaimana caranya agar istrinya itu tidak jadi terthalaq, apa yg harus dia lakukan?)

Maka imam Syafi'i dengan kecerdasannya sebagai fuqaha, hukama, dan ulama menjawab : cara agar istrinya tidak jadi terthalaq adalah dengan memakan sebagian kurma itu dan menjatuhkan sebagian yg lain.


Nantikan kisah menarik lainnya.... !!

Referensi:
1. Hilyatul auliya'.

Rabu, 09 Agustus 2017

Perbincangan Imam Ahmad dan Imam Syafi'i.

Suatu hari seorang murid yg jenius yaitu ahmad bin hanbal duduk bersama temannya dan gurunya (imam Syafi'i).

Lalu imam Syafi'i bertanya : wahai ahmad, benarkah engkau berkata bahwa orang yg meninggalkan shalat itu kafir??.

Imam ahmad : benar.

Imam Syafi'i : jika orang yg meninggalkan shalat itu kafir dan keluar dari islam, maka dengan apa ia masuk islam kembali??.

Imam ahmad : dengan membaca dua kalimat syahadat.

Imam Syafi'i : bagaimana jika orang yg meninggalkan shalat itu selalu mengucapkan dua kalimat syahadat, dan tidak pernah meninggalkan syahadatnya.

Imam ahmad : maka ia masuk islam kembali dengan shalat, hendaklah ia shalat.

Imam Syafi'i : tetapi shalat orang kafir tidaklah shah wahai ahmad, maka seseorang itu tidak bisa dihukumi islam dengan shalatnya itu. (Dia tidak bisa masuk islam dengan shalatnya, karna shalatnya tersebut tidak shah disebabkan kekafirannya).

Maka imam Ahmad pun terdiam, dan sadar bahwa kufurnya orang yg meninggalkan shalat bukanlah kekufuran yg membuatnya keluar dari islam (kafir).


Nantikan kisah2 menarik lainnya .. !!


Referensi :
1. Thabaqat Syafi'iyah lissubki.

Selasa, 08 Agustus 2017

Ketaatan abu hanifah pada ibunya.


Suatu waktu ibu imam abu hanifah berkata pada anaknya : aku melihat darah sesudah masa2 suci, maka aku tidak tau apakah aku harus meninggalkan shalat atau tidak, pergilah engkau kepada abu Abdirrahman bin dzar lalu bertanyalah padanya !!.

Maka pergilah abu hanifah menemui abu Abdirrahman bin dzar karena menta'ati ibunya, tatkala sampai disana tertawalah abu Abdirrahman bin dzar seraya berkata : engkau bertanya padaku?? Padahal kami semua mengambil ilmu suatu masalah darimu.

Imam abu hanifah menjawab : sesungguhnya ibukulah yg menyuruhku, dan beliau mempunyai hak atas diriku.

Kemudian umar bin dzar menjawab : wahai abu hanifah, apa pendapatmu tentang permasalahan ibumu tersebut??

Beliau menjawab : pendapatku begini dan begini.

Maka umar bin dzar berkata : pergilah dan temui ibumu lalu katakan begini dan begini (ia mengulangi kembali pendapat abu hanifah dalam hal tersebut).

 Lalu imam abu hanifah pergi menemui ibunya dan berkata dengan penuh sopan santun : abu Abdirrahman bin dzar berkata begini dan begini.


Lihatlah ketawadhu'an dan kepatuhan imam abu hanifah, beliau yg seorang mujtahid muthlaq tidak malu untuk bertanya pada muridnya, tetap patuh pada perintah orang tuanya padahal beliau bisa memberi fatwa sendiri.
Inilah akhlaq ulama salaf yg harus kita ikuti.
Tapi yg terjadi saat ini sangatlah jauh dari akhlaq salaf, para ustadz saling tahdzir, kalau sudah bergelar ustadz malu untuk bertanya dan merasa paling faham terhadap agama, begitu pula para pemudanya, banyak yg durhaka pada orang tua.
Ini fenomena yg sangat menyedihkan, semoga kita semua diberi petunjuk oleh Allah SWT. Aamiiin !!!


Nantikan kisah menarik lainnya ...



Referensi :

1. Al manaqib lil qurdi (2/403)

Senin, 07 Agustus 2017

Seorang buta yg gila akan ilmu

Keinginam qatadah bin di'amah untuk belajar pada sa'id bin musayyib

Dimasa tabi'in ada seorang buta yg sangat antusias dalam menuntut ilmu, beliau bernama qatadah bin di'amah (60 H-118 H).

 Beliau adalah orang yg terkenal dengan kegigihannya dalam menuntut ilmu, memanfaatkan waktu, serta membaca Al-Quran walaupun beliau adalah seorang yg buta.

Imam adz dzahabi menyebutkan didalam kitab beliau ((sir a'lam al-nubala)) : "beliau (qatadah) adalah hafizhul ashr, teladan bagi para ahli tafsir dan ahli hadits... Beliau adalah bagian dari sipengumpul ilmu".

Ma'mar juga berkata "qatadhah tinggal bersama sa'id bin musayyib selama delapan hari, maka pada hari ketiga sa'id ibnu musayyib berkata : pergilah engkau wahai pemuda buta, sungguh engkau telah menguras habis ilmuku".

Al-sha'q bin hazn berkata " zaid abu abdul wahid menceritakan pada kami, aku (zaid) mendengar Sa'id bin musayyib berkata : tidak seorangpun orang iraq yg datang kepadaku lebih hafidzh dari pada qatadah".

Salam bin mkskin berkata "dari umar bin Abdullah, sa'id bin musayyib berkata pada qatadah : aku tidak menyangka allah menciptakan orang sepertimu".

Pujian2 ini diutarakan oleh sa'id bin musayyib pada muridnya yg sangat ingin menimba ilmu.
 Suatu hari Amil dari abdul malik bin marwan di madinah almunawwarah, yaitu hisyam bin Ismail, ia sangat marah pada imam Sa'id bin musayyib karena tidak membai'at dua orang anak abdul malik yaitu walid dan ismail, lalu ia memukul sang imam sebanyak 60 kali cambukan dan menyuruh sang imam berdiri dibawah terik matahari sebagai tambahan hukuman lalu melarang orang lain menemuinya. Akan tetapi hal itu tidak sedikitpun meruntuhkan minat sang murid (qatadah) untuk belajar pada gurunya yg sedang dizhalimi walaupun pemerintah ketika itu melarangnya untuk menemui gurunya.

Imam adz dzahabi menybutkan dalam kitabnya : "menceritakan abu awanah, dari qatadah ia berkata : ((aku mendatangi sa'id bin musayyib, dan sungguh ketika itu beliau memakai celana pendek dibawah lutut, sedang di suruh berdiri dibawah terik matahari, aku berkata pada penjaga : dekatkanlah aku padanya, maka sipenjagapun membolehkan, lalu aku bertanya pada beliau sedang aku takut beliau mengabaikanku, ternyata beliau menjawabku dengan ikhlas sehingga membuat orang2 takjub))".

Perhatikanlah wahai pemuda muslim, perhatikan kegigihan mereka para salaful ummah dalam menuntut ilmu, walaupun dalam keadaan fisik yg kurang sempurna beliau tetap menuntut ilmu, walaupun mereka sedang dizhalimi, mereka tetap membagikan ilmunya pada orang lain.

Bagaimana dengan kita yg hidup dalam kondisi aman jasmani, rohani, dan lingkungan?
Hendaknya kita bisa merenungkan ini.. semoga kita semua diberi hidayah oleh allah ta'ala

Minggu, 06 Agustus 2017

Kefashihan imam al syafi'i dalam bahasa arab.



Suatu hari rabi' bin sulaiman (salah seorang murid beliau yg bermulazamah dengan beliau) menemui imam Syafi'i yg sedang jatuh sakit.
Lalu rabi' berkata : bagaimana keadaanmu wahai imam?

Syafi'i : أصبحت ضعيفا ,, aku menjadi lemah ( aku dalam keadaan sakit).

Rabi' : قوى الله ضعفك ,, semoga allah menguatkan lemahmu (lemah disini bisa diartikan sakit, maka rabi' seolah2 berkata "semoga allah menguatkan penyakitmu).

Syafi'i : wahai rabi' sungguh allah mengabulkan apa yg ada didalam hatimu tapi tidak mengabulkan lafadzhmu, karna jika allah menguatkan kelemahan (sakit) atasku, niscaya itu akan membunuhku, maka katakanlah begini :
"قواك الله على ضعفك"
Semoga allah menguatkanmu atas kelemahanmu (sakitmu).

Rabi' : wahai imam, aku tidak menginginkan kecucali kebaikan atas dirimu.

Syafi'i : tentu saja, wahai anakku seandainya engkau mencaciku secara jelas sungguh aku tau bahwa engkau tidak bermaksud demikian .



Nantikan kisah2 menarik selanjutnya ...

Referensi :

1. Manaqib syafi'i lil baihaqi (2/235)
2. Hilyatul auliaya' (9/120)


#fashehnya_imam_syafi'i
#belajar_bahasa_sangat_penting
#fahamilah_bahasa_arab_sebelum_bicara_agama
#imam_syafi'i_dan_rabi'
#do'a_rabi'_untuk_sang_guru

Sabtu, 05 Agustus 2017

Syafi'i dalam asuhan imam malik

Suatu hari seorang pemuda kecil duduk dalam majlis imam darul hijrah (imam malik) mendengarkan majlisnya dengan sopan dan beradab.
Lalu datang lah seorang laki-laki bertanya pada imam malik, ia bertanya dengan suara yg gemetar karena takut,
Laki-laki: wahai abu Abdullah (imam malik) sengguhnya aku adalah seorang penjual qumri (sejenis merpati), dan hari ini aku menjual seekor qumri, lalu ketika sore hari sang pembelipun datang dan mengatakan bahwa qumri yg ku jual tidak berkicau. Maka aku bertengkar dengannya lalu aku bersumpah dengan thalaq bahwa sesungguhnya qumriku tak pernah berhenti berkicau. (Penjelasan : lelaki ini takut karena ia bersumpah dengan thalaq bahwa qumrinya tidak pernah berhenti berkicau, sedangkan tidak mungkin seekor burung tidak berhenti berkicau, maka ia bertanya pada imam malik apakah jatuh thalaq istrinya karena sumpah itu)
Malik : engkau telah menthalaq istrimu.
Lalu laki-laki itu pergi dalam keadaan sedih.

lalu imam Syafi'i menemui lelaki itu sedang ketika itu umurnya baru 14 tahun lalu ia berkata,
Syafi'i : ulangi lagi masalahmu padaku !
Lelaki : (mengulangi pernasalahan diatas)
Syafi'i : manakah yg lebih banyak? Berkicaunya qumri atau diamnya?
Lelaki : berkicaunya.
Syafi'i : pergilah, tak ada yg terjadi padamu dan istrimu tidak terthalaq.

laki-laki itupun bergegas menemui imam malik dan menceritakan apa yg dikatakan Syafi'i.
Maka imam malik berkata pada Syafi'i,
Malik : wahai pemuda dia menyampaikan fatwa lain darimu, darimanakah engkau dapati ini??
Syafi'i : karena aku bertanya padanya manakah yg lebih banyak antara diamnya qumri atau kicauannya, maka ia menjawab kicauannya.
Malik : maka apa faidah dari diam dan berkicaunya qumri tersebut??
Syafi'i : karena nabi SAW berkata pada fathimah binti qais , sesungguhnya abu jahm adalah lelaki yg tak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya, dan sungguh nabi mengetahui bahwa abu jahm itu pasti meletakkannya ketika ia makan, tidur dan istirahat, tapi beliau mengatakannya seperti demikian adalah sebagai majaz, dan orang arab menjadikan pekerjaan yg sering ia lakukan seolah2 menjadi perbuatan yg selalu ia kerjakan tanpa henti.

imam malik pun takjub dengan kefaqihan imam Syafi'i.




Nantikan kisah menarik lainnya...


Referensi :
1. Manaqib Syafi'iy lil baihaqi


#kefaqihan imam syafii  #penjual qumri dan syafii  #ketakjuban mallik terhadap syafii

Rabu, 02 Agustus 2017

Imam Syafi'i dan keberkahan liur nabi Muhammad SAW.

Datang lah malam, gelappun semakin menyergap, kantuk pun mengepakkan kedua sayapnya, mulailah seorang pemuda kecil bernama Muhammad bin idris assyafi'i masuk dalam tidur pulasnya.
Didalam tidurnya ia pun melihat nabi Muhammad SAW.

 Imam Syafi'i mengisahkan mimpi yg ia alami diwaktu kecilnya pada murid-muridnya,
Syafii berkata : "aku melihat nabi SAW didalam tidurku,
lalu nabi berkata : hai anak muda.
Akupun menjawab : aku penuhi panggilanmu ya Rasulullah
Nabi SAW berkata : dari mana engkau?
Aku menjawab : dari ahlul baitmu wahai Rasulullah.
Nabi berkata : mendekatlah, lalu akupun mendekat, maka beliau mengambil liurnya, maka aku membuka mulutku, lalu beliau menyuruh meletakkan liurnya di lidah, mulut, dan bibirku.
Lalu beliau berkata : pergilah semoga allah memberkatimu

 aku tak pernah lehen (kesalahan pengucapan) dalam hadits ataupun sya'ir semenjak itu.



Tunngu kisah selanjutnya...

Referensi :
1.manaqib Syafi'i lil baihaqi

Penyebab imam Syafi'i belajar fiqh.

Penyebab imam Syafi'i belajar fiqh

Dimasa mudanya imam Syafi'i sibuk mempelajari sya'ir-sya'ir dan sastra arab hingga beliau menjadi sangat ahli dalam sastra arab.
 Maka suatu hari ketika imam Syafi'i rahimahullah berjalan-jalan sambil mengembalakan ternaknya beliau menyanyikan beberapa bai sya'ir, ketika itu dibelakangnya ada seorang katib (notaris/sastrawan) dari abdullah bin zubair lalu sang katib memukulnya dengan cambuk yg ada di tangannya kemudia ia berkata pada imam Syafi'i seraya menegurnya : "orang sepertimu menghilangkan muru'ahnya dalam hal2 seperti ini? Dimana engkau dalam mempelajari fiqh (betapa bagusnya jika engkau belajar fiqih)?"

Perkataan itupun mengguncang perasaan imam Syafi'i rahimahullah, lalu ia terdiam sejenak, ketika itulah allah melimpahkan hidayahnya pada sang  imam untuk mendalami fiqh, lalu ia bergegas menghadiri majlis mufti makkah yang bernama azzanji bin khalid, setelah itu beliau bermulazamah  kepada imam malik bin annas seorang imam di darul hijrah (Madinah Munawwarah).


Nantikan kisah berikutnya.....


Referensi :
1. Sir a'lamunnubala' (10/85)
2. Alhilyah (9/70,71)

Cara turun untuk sujud yg benar

  ‌Soal : kita sering melihat kaum muslimin saling menyalahkan perihal masalah turun ketika sujud, apakah didahulukan lutut atau tangan, mak...