Senin, 28 Oktober 2019

AT-TASAWWUF




A.   Pengertian dan Asal usul Tasawuf
            Islam Haqiqi adalah beriman dan mengikuti apa yang dibawa oleh Baginda Nabi Muhammad SAW,dan tiada satu hal pun luput dari dakwah beliau,mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Dan telah di nuqilkan kepada kita dari para sahabat nabi yang telah meneguk intisari syariat islam dari Baginda Nabi SAW .dan tabi’in mempelajarinya dari para sahabat,begitu pula tabi’ tabi’in mempelajarinya dari tabi’in dan sebahagian dari mereka mendalami ilmu tertentu seperti :ilmu hadist,ilmu tafsir,ilmu fiqh.
            Barangsiapa yang menyibukkan diri dalam  ilmu hadist ia disebut sebagai muhaddist(محدث),dan barangsiapa yang menyibukkan diri dalam  ilmu tafsir ia disebut mufassir(مفسر), dan barangsiapa yang menyibukkan diri dengan ilmu fiqh ia disebut faqih(فقيه),  dan barangsiapa yang menyibukkan diri dalam tazkiya an-nafsi,suluk di jalan allah ia disebut shufi(صوفي).
            Semua nama ini belum ada pada zaman baginda Nabi Muhammad SAW,dan ia adalah istilah dari nama ilmu yang di bawa Nabi Muhammad SAW. Dan tidaklah seluruh nama atau sifat yang tidak ada di Al-Quran dan Sunnah Baginda Nabi adalah haram bernama dengannya akan tetapi boleh dan tidak ada larangan untuk itu.
            Allah SWT telah menyebut muslimin dengan berbagai nama (as-shadiqinالصادقين,as-shalihinالصالحين),as-syuhada’الشهداء,al-muqarrabinالمقربين). Semua yang telah di sebutkan mempunyai asal kata . Begitu pula kalimat shufi mempunyai asal kata,dan para ulama telah berbeda pendapat tentang asal kata dari at tasawuf.
Berikut beberap pendapat ulam mengenai asalkata dari at-Tasawuf:
·           Tasawuf berasal dari kata (الصفاء) yang berarti suci atau bersih.
·           Tasawuf dinisbatkan kepada pakaian para shufi,karna para shufi mawas diri dalam berpakaian.
·           Tasawuf berasal dari kata as-shufah (الصوفة) berarti bulu
·           Kalimat taswuf berasal dari 4 huruf: التاءdari (التوبة)yang berarti taubat, الصادdari (الصفاء)berarti suci, الواو dari (الولاية)berarti pemeliharaan, الفاء dari(الفناء)berarti fana.
·           Kalimat tasawuf berasal darikata(الصفوة) berarti orang-orang pilihan Allah SWT.
·           Kalimat tasawuf berasaldari kata (الصف) brarti barisan,karena mereka orang terdepan dihadapan allah SWTsebab tingginya semangat mereka di jalan Allah SWT.
·           Imam Al-Qusyairy berkata: kalimat tasawuf tidak mempunyai qiyas dalam bahasa arab ataupun asal kata, akan tetapi ia merupakan nama atau gelar bagi kelompok ini yang membedakan mereka dari kelompok lain.

Pada zaman ketika masyhurnya  ilmu tasawuf banyak dari kaum muslimin terkenal dengan ketaqwaan,kezuhudan  serta kewara’an mereka dijalan Allah. orang pertama yang di juluki dengan nama as-shufi adalah Abu Hasyim beliau lahir di kufah dan menghabiskan sebahagian besar hidupnya di negeri syam, beliau wafat (150H.)Adapun orang yang pertama kali mendefinisikan  tasawuf serta menjelaskannya adalah Zhun Nun Al-Misry (245H). Dan adapun yang menjelaskan dan mengelompokkan serta menyebarluaskannya adalah AlJunaid Albaghdadi wafat (334H).
Timbullah pertanyaan tentang tidak adakah dakwah tasawuf kecuali setelah masa sahabat dan tabi’in ?
Jawab : Di karenakan tidak adanya kepentingan terhadap itu pada masa sahabat dan tabi’in, karena orang yang hidup pada masa itu merupakan ahli taqwa dan wara’, dan dekatnya mereka dengan Baginda Nabi SAW membuat mereka berlomba-lomba dalam mengikuti Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu tidak perlu mengajari mereka perkara yang mana mereka telah mengerjakannya. Permisalan mereka semua seperti orang arab asli yang mengetahui bahasa arab dengan intuisi dan naluri mereka sehingga tidak membutuhkan kaedah bahasa arab, tetapi kaedah bahasa arab di butuhkan ketika seseorang tidak cukup mampu dalam bahasa arab. Adapun para sahabat dan tabi’in walaupun mereka tidak disebut shufi secara gelar akan tetapi mereka berakhlak dan bersikap layaknya para shufi.

B.   Asas  dan tujuan Tasawuf

Ilmu tasawuf merupakan ilmu yang sangat penting dan mempunyai dampak besar dalam kehidupan sehari-hari ,dan ilmu tasawuf mempumyai landasan dalil-dalil yang samgat kuat sehingga dengan adanya dalil tersebut ilmu tasawuf jalan untuk kita bahagia di dunia dan di akhirat kelak. Dikarenakan ilmu tasawuf ialah obat yang akan menyembuhakan penyakit-penyakit hati,dan merupkan metode untuk membersihkan dan meningkatkan kualitas hati kita.
Imam As-Sayyid Muhammad Shiddiq AlGhumari ditanya perihal siapa yang mengasaskan tasawuf ?
Beliau menjawab: Adapun yang pertama mengasaskan tasawuf, maka ketahuilah bahwa asasnya adalah wahyu dari Allah SWT. Sesungguhnya ia merupakan maqam ihsan yang mana salah satu dari tiga rukun agama, sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi dalam hadist Malaikat Jibril  mengajari kita tentang apa itu iman, apa itu islam, dan apa itu ihsan. Islam ialah taat dan ibadah, Iman ialah cahaya dan aqidah, Ihsan ialah maqam muraqabah dan musyahadah
أن تعبد الله كأنك تراه فان لم تكن تراه فانه يراك.

Tentu saja setiap ilmu mempunyai tujuan dari mempelajarinya,begitu pula lah tasawuf mempunyai banyak manfaat dan tujuan dari ilmu tersebut. Berikut merupakan 5 tujuan penting dari tasawuf :
1.      Membersihkan hati dan bermuhasabah diri
Bagi siapa sahaja yang ingin meniti jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT hendaknya ia bermuhasabah diri, dan menhitung amalan yang telah ia kerjakan.sayyiduna Umar r.a berkata :
حاسبوا أنفسكم قبل ان تحا سبوا,وزنوها قبل ان توزنوا.    
“Berumuhasah dirilah sebelum kalian dihisab.dan timbanglah amalan kalian sebelum ditimbang”

2.      Mengharap ridha Allah
Salah satu tujuan tasawuf adalah untuk menata diri agar beramal ihlaasdan hanya menghrap ridha Allah SWT. Allah berfirman:
وَمَا لِأَحَدٍ عِنْدَهُ مِنْ نِعْمَةٍ تُجْزَىٰ(19)إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَىٰ(20)
(19)Padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya.(20) tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha tinggi.(Al-lail 19-20)

3.      Faqir dan butuh
Masudnya disini adalah kezuhudan kita terhadap dunia dan pernak perniknya yang akan melalaikan kita dari mencari ridha Allah. Karena disaat seseorang yang mana didalam hatinya dipenuhi dengan perihal dunia akan menyulitkan ia meniti jalan ridha Allah, seorang ahli hikmah pernah berkata “jadikanlan dunia di tanganmu bukan di hatimu”

4.      Mahabbah dan Rahmat
Disaat seseorang yang berjalan dijalan Allah hatinya akan di penuhi dengan rasa cinta terhadap saudaranya muslim, ia akan selalu mencintai saudaranya sebagai mana ia mencintai dirinya sendiri. Setelah hatinya di penuhi dengan cinta maka Allah SWT akan melimpahkan cahaya dan rahmat-Nya dan ia akan merasakan nikmatnya iman dan berjalan di jalan Allah. Allah SWT berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ  
Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.(Al-anbiya’ 107)

5.      Berperilaku dengan akhlaq karimah
Sesorang hendaknya berperilaku lemah lembut terhadap keluarganya, saudara, dan seluruh umat muslim. Allah SWT berfirman:
وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا
“serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia”,



C.   Pentingnya Tasawuf
Agama islam memerintahkan kepada umatnya untuk beramal dalam kehidupan sehari-harinya. Dan amalan manusia itu terbagi 2 hal: amalan yang berhubungan dengan perbuatan badan, dan amalan yang berhubungan dengan amalan hati.
Adapun amalan yang berhubungan dengan jasad zhahir terbagi 2 macam: perintah dan larangan. Begitupula amalan hati terbagi menjadi 2: perintah dan larangan,contoh perintah (iman, ikhlas, tawakkal, sabar, khusu’ dll) dan contoh larangan (kufur, nifaq, dengki, sombong, riya’ dll).
 Berikut dalil pentingnya bertasawuf dari:
a)      AlQuran
Allah berfirman:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.(Al bayyinah 5)

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
Katakanlah: Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi,(Al a’raf 33)

b)      Sunnah
قال رسول الله عليه الصلاة والسلام (ان الله تعالى لايقبل من العمل الا ما كان له خالصا وابتغى به وجهه)

Rasulullah SAW bersabda : “sesungguhnya Allah tidak akan menerima amalan seseorang kecuali terdapat padanya ikhlas dan mengharap ridha Allah” (HR Al-Tirmidzi dalam kitab Fadhail jihad)

يقول عليه الصلاة والسلام(اتق الله حيث ما كنت وأتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن)

Rasulullah SAW bersabda : “Bertaqwa kamu kepada Allah dimanapun kamu berada dan iringilah keburukan dengan kebaikan akan menghapusnya dan bersikplah kepada manusia dengan akhlaq yang baik”. (HR Al-Tirmidzi no 1988 dan Ahmad no53, 158, 228, 236)


c)      Perkataan ulama
Para ulama telah sepakat tentang penyakit hati merupakan dosa besar ynng membutuhakan taubat, Karena penyakit hati dapat menghapus amalan seseorang hamba walupun itu banyak.
v  Alfaqih Ibn A’bidin dalam hasyiyahnya (رد المختار على الدار المختار ) berkata: “sesungguhnya ilmu ikhlas ,ujub,dengki,riya’ fardhu a’in seperti penyakit hati yang lainnya dst”.
v  Berkata العلامة الشرنبلالي  :”tidak berguna amalan zhahir kecuali dengan bersihnya hati, dan dengan ikhlas dan terhindar dari curang,iri,dengki.dst”


D.   Akhlaq shufiyah
Orang yang bertasawuf ia akan berakhalq sebagai mana akhlaq Nabi SAW, adapun akhlaq Nabi Muhammad SAWsebagai berikut :
Ø  Tawadhu’(rendah hati)
Ø  Meringankan kesusashan orang lain
Ø  Berlapang hati
Ø  Mudah memaafkan
Ø  Berwajah baik (tersenyum)
Ø  Lemah lembut
Ø  Tidak senang dengan dunia
Ø  Sedikit tertawa
Ø  Takut kepada Allah SWT
Ø  Tidak lalai dalam mengingat Allah dan baginda nabi SAW
Ø  Saling menasehati
Ø  Dll, Semua akhlaq yang berakhlaq dengannya nabi merupakan akhlaq yang karimah yang mana kita harus berakhlaq dengannya.

E.    Perkataan ulama tentang tasawuf

a.       Imam Syafi’i
Imam Syafi’i berkata : ketika aku bersama seorang shufi aku mendapatkan 3 hal :
ü  Waktu itu ibarat pedang jikalau kamu tidak mengunakannya, dia akan memotongmu.
ü  Jikalau engkau tidak menyibukkan dirimu dengan yang haq maka ia akan menyibukkanmu dengan yang bathil.
ü  Ketidak beradaan (faqir) merupakan penjagaan Allah SWT”. (Kitab ta’yid Al-haqiqah)
b.      Imam Ahmad Bin Hanbal
Sesungguhnya Imam Ahmad sebelum bersama orang shufi berkata ia kepada anaknya Abdullah: wahai anakku hendaklah kamu dengan hadits,dan jauhi duduk bersama orang-orang yang menyebut diri mereka shufi, mungkin saja satu dari mereka tidak mengetahui hukum-hukum agama. Ketika beliau bertemu dan berdiskusi bersama Abu Hamzah Al-bagdadi Asshufi dan mengetahui keadaan mereka para shufi, maka imam Ahmad berkata kepada anaknya: wahai ananda hendaklah kamu duduk bersama orang kaum itu (shufi) sesungguhnya mereka melebihi kita dalam ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,dan takut kepada-Nya,zuhud,serta tinggnya semangat mereka.(Lihat kitab Tanwir Al-qulub karangan syekh Amin Al-kurdi)

c.       Syaikh Muhammad Ramadhan Al-Buthi
Berkata hafizahullah dalam kitabnya (السلفية) “tasawuf dengan maknanya yang Haqiqi adalah inti Islam,dan permata terpendam di dasar hati orang muslim tampa adanya tasawuf islam hanyalah sebatas praktik dan syiar-syiar”.dst

d.      Imam Qusyairi rahimahullah
Imam Qusyairi berkata: “Allah SWT menjadikan kelompok ini wali-wali pilihan-Nya dan memuliakan mereka dari hamba-Nya setelah Rasul dan Nabi, dan menjadikan hati mereka tempat rahasi-Nya dan mereka dikhususkan di antara umat untuk melihat cahaya-Nya.”(Risalah Al-Qusyairiyah)

e.       Imam Nawawi Rahimahullah
Imam Nawawi menyebutkan dalam kitabnya (المقاصد) tentang pondasi tasawuf . Beliau berkata “pondasi taswuf ada 5:
o   Bertaqwa kepada Allah dalam sepi dan terang-terangan.
o   Mengukti Sunnah Nabi SAW dalam perkataan dan perbuatan.
o   Berpaling dari makhluk dalam penghadapan maupun saat mundur.
o   Ridha terhadap pemberian Allah banyak maupun sedikit.
o   Kembali kepada Allah dalam senang maupun sulit.
(lihat Maqasid Al-imam Al-nawawi fi Al-tauhid wa Al-ibadah Wa Al-tasawuf)


Wallahu A’lam Bisshawab

Cara turun untuk sujud yg benar

  ‌Soal : kita sering melihat kaum muslimin saling menyalahkan perihal masalah turun ketika sujud, apakah didahulukan lutut atau tangan, mak...