A.
Pengertian dan Asal usul Tasawuf
Islam Haqiqi adalah
beriman dan mengikuti apa yang dibawa oleh Baginda Nabi Muhammad SAW,dan tiada
satu hal pun luput dari dakwah beliau,mulai dari bangun tidur hingga tidur
lagi. Dan telah di nuqilkan kepada kita dari para sahabat nabi yang telah
meneguk intisari syariat islam dari Baginda Nabi SAW .dan tabi’in mempelajarinya
dari para sahabat,begitu pula tabi’ tabi’in mempelajarinya dari tabi’in dan
sebahagian dari mereka mendalami ilmu tertentu seperti :ilmu hadist,ilmu
tafsir,ilmu fiqh.
Barangsiapa yang
menyibukkan diri dalam ilmu hadist ia
disebut sebagai muhaddist(محدث),dan
barangsiapa yang menyibukkan diri dalam
ilmu tafsir ia disebut mufassir(مفسر), dan barangsiapa yang menyibukkan diri dengan
ilmu fiqh ia disebut faqih(فقيه), dan barangsiapa yang
menyibukkan diri dalam tazkiya an-nafsi,suluk di jalan allah ia disebut shufi(صوفي).
Semua nama ini
belum ada pada zaman baginda Nabi Muhammad SAW,dan ia adalah istilah dari nama
ilmu yang di bawa Nabi Muhammad SAW. Dan tidaklah seluruh nama atau sifat yang
tidak ada di Al-Quran dan Sunnah Baginda Nabi adalah haram bernama dengannya
akan tetapi boleh dan tidak ada larangan untuk itu.
Allah SWT telah
menyebut muslimin dengan berbagai nama (as-shadiqinالصادقين,as-shalihinالصالحين),as-syuhada’الشهداء,al-muqarrabinالمقربين). Semua yang telah di sebutkan mempunyai asal kata . Begitu pula
kalimat shufi mempunyai asal kata,dan para ulama telah berbeda pendapat
tentang asal kata dari at tasawuf.
Berikut beberap pendapat ulam mengenai asalkata dari at-Tasawuf:
·
Tasawuf berasal dari kata (الصفاء) yang berarti suci atau bersih.
·
Tasawuf dinisbatkan kepada pakaian para shufi,karna para shufi
mawas diri dalam berpakaian.
·
Tasawuf berasal dari kata as-shufah (الصوفة) berarti bulu
·
Kalimat taswuf berasal dari 4 huruf: التاءdari (التوبة)yang
berarti taubat, الصادdari (الصفاء)berarti
suci, الواو dari (الولاية)berarti pemeliharaan, الفاء dari(الفناء)berarti
fana.
·
Kalimat tasawuf berasal darikata(الصفوة) berarti orang-orang pilihan Allah SWT.
·
Kalimat tasawuf berasaldari kata (الصف) brarti barisan,karena mereka orang terdepan dihadapan allah
SWTsebab tingginya semangat mereka di jalan Allah SWT.
·
Imam Al-Qusyairy berkata: kalimat tasawuf tidak mempunyai qiyas
dalam bahasa arab ataupun asal kata, akan tetapi ia merupakan nama atau gelar
bagi kelompok ini yang membedakan mereka dari kelompok lain.
Pada zaman ketika masyhurnya
ilmu tasawuf banyak dari kaum muslimin terkenal dengan ketaqwaan,kezuhudan serta kewara’an mereka dijalan Allah. orang
pertama yang di juluki dengan nama as-shufi adalah Abu Hasyim beliau lahir
di kufah dan menghabiskan sebahagian besar hidupnya di negeri syam, beliau
wafat (150H.)Adapun orang yang pertama kali mendefinisikan tasawuf serta menjelaskannya adalah Zhun Nun
Al-Misry
(245H). Dan adapun yang menjelaskan dan mengelompokkan serta menyebarluaskannya
adalah AlJunaid Albaghdadi wafat (334H).
Timbullah pertanyaan tentang tidak adakah
dakwah tasawuf kecuali setelah masa sahabat dan tabi’in ?
Jawab : Di karenakan tidak adanya kepentingan terhadap itu pada
masa sahabat dan tabi’in, karena
orang yang hidup pada masa itu merupakan ahli taqwa dan wara’, dan
dekatnya mereka dengan Baginda Nabi SAW membuat mereka berlomba-lomba dalam
mengikuti Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu tidak perlu mengajari mereka
perkara yang mana mereka telah mengerjakannya. Permisalan mereka semua seperti
orang arab asli yang mengetahui bahasa arab dengan intuisi dan naluri mereka
sehingga tidak membutuhkan kaedah bahasa arab, tetapi
kaedah bahasa arab di butuhkan ketika seseorang tidak cukup mampu dalam bahasa
arab. Adapun para sahabat dan tabi’in walaupun mereka tidak disebut shufi
secara gelar akan tetapi mereka berakhlak dan bersikap layaknya para shufi.
B.
Asas dan tujuan Tasawuf
Ilmu
tasawuf merupakan ilmu yang sangat penting dan mempunyai dampak besar dalam
kehidupan sehari-hari ,dan ilmu tasawuf mempumyai landasan dalil-dalil yang
samgat kuat sehingga dengan adanya dalil tersebut ilmu tasawuf jalan untuk kita
bahagia di dunia dan di akhirat kelak. Dikarenakan ilmu tasawuf ialah obat yang
akan menyembuhakan penyakit-penyakit hati,dan merupkan metode untuk
membersihkan dan meningkatkan kualitas hati kita.
Imam As-Sayyid Muhammad Shiddiq AlGhumari ditanya perihal siapa
yang mengasaskan tasawuf ?
Beliau
menjawab: “Adapun yang pertama mengasaskan
tasawuf, maka ketahuilah
bahwa asasnya adalah wahyu dari Allah SWT. Sesungguhnya ia merupakan maqam ihsan yang
mana salah satu dari tiga rukun agama, sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi dalam hadist Malaikat Jibril mengajari kita tentang apa itu iman, apa itu
islam, dan apa itu ihsan. Islam ialah taat dan ibadah, Iman ialah cahaya dan
aqidah, Ihsan ialah maqam muraqabah dan musyahadah
أن تعبد
الله كأنك تراه فان لم تكن تراه فانه يراك.
Tentu saja setiap ilmu mempunyai tujuan dari
mempelajarinya,begitu pula lah tasawuf mempunyai banyak manfaat dan tujuan dari
ilmu tersebut. Berikut merupakan 5 tujuan penting dari tasawuf :
1.
Membersihkan hati dan bermuhasabah diri
Bagi siapa
sahaja yang ingin meniti jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT
hendaknya ia bermuhasabah diri, dan menhitung amalan yang telah ia kerjakan.sayyiduna
Umar r.a berkata :
حاسبوا
أنفسكم قبل ان تحا سبوا,وزنوها قبل ان توزنوا.
“Berumuhasah
dirilah sebelum kalian dihisab.dan timbanglah amalan kalian sebelum ditimbang”
2.
Mengharap ridha Allah
Salah satu
tujuan tasawuf adalah untuk menata diri agar beramal ihlaasdan hanya menghrap
ridha Allah SWT. Allah berfirman:
وَمَا لِأَحَدٍ عِنْدَهُ مِنْ نِعْمَةٍ تُجْزَىٰ(19)إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَىٰ(20)
“(19)Padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat
kepadanya yang harus dibalasnya.(20) tetapi (dia memberikan itu semata-mata)
karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha tinggi”.(Al-lail
19-20)
3.
Faqir dan butuh
Masudnya disini
adalah kezuhudan kita terhadap dunia dan pernak perniknya yang akan melalaikan
kita dari mencari ridha Allah. Karena disaat seseorang yang mana didalam
hatinya dipenuhi
dengan perihal dunia akan menyulitkan ia meniti jalan ridha Allah, seorang ahli hikmah pernah berkata “jadikanlan dunia di tanganmu bukan di hatimu”
4.
Mahabbah dan Rahmat
Disaat seseorang
yang berjalan dijalan Allah hatinya akan di penuhi dengan rasa cinta terhadap
saudaranya muslim, ia akan selalu mencintai
saudaranya sebagai mana ia mencintai dirinya sendiri. Setelah hatinya di penuhi
dengan cinta maka Allah SWT akan melimpahkan cahaya dan rahmat-Nya dan ia akan
merasakan nikmatnya iman dan berjalan di jalan Allah. Allah SWT berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat
bagi semesta alam”.(Al-anbiya’ 107)
5.
Berperilaku dengan akhlaq karimah
Sesorang
hendaknya berperilaku lemah lembut terhadap keluarganya, saudara, dan
seluruh umat muslim. Allah SWT berfirman:
وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا
“serta
ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia”,
Agama
islam memerintahkan kepada umatnya untuk beramal dalam kehidupan sehari-harinya.
Dan amalan manusia itu terbagi 2 hal: amalan yang berhubungan dengan perbuatan
badan, dan amalan yang berhubungan dengan amalan hati.
Adapun amalan
yang berhubungan dengan jasad zhahir terbagi 2 macam: perintah dan larangan.
Begitupula amalan hati terbagi menjadi 2: perintah
dan larangan,contoh perintah (iman, ikhlas, tawakkal, sabar, khusu’ dll)
dan contoh larangan (kufur, nifaq, dengki, sombong, riya’
dll).
Berikut dalil pentingnya
bertasawuf
dari:
a)
AlQuran
Allah
berfirman:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan
memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama”.(Al bayyinah 5)
قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
“Katakanlah: Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik
yang nampak ataupun yang tersembunyi”,(Al
a’raf 33)
b)
Sunnah
قال
رسول الله عليه الصلاة والسلام (ان الله تعالى لايقبل من العمل الا ما كان له
خالصا وابتغى به وجهه)
Rasulullah SAW
bersabda : “sesungguhnya Allah tidak akan menerima amalan seseorang kecuali
terdapat padanya ikhlas dan mengharap ridha Allah” (HR Al-Tirmidzi dalam kitab Fadhail jihad)
يقول
عليه الصلاة والسلام(اتق الله حيث ما كنت وأتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس
بخلق حسن)
Rasulullah SAW
bersabda : “Bertaqwa kamu kepada Allah dimanapun kamu berada dan iringilah
keburukan dengan kebaikan akan menghapusnya dan bersikplah kepada manusia
dengan akhlaq yang baik”. (HR Al-Tirmidzi no 1988 dan Ahmad no53, 158, 228, 236)
c)
Perkataan ulama
Para ulama telah
sepakat tentang penyakit hati merupakan dosa besar ynng membutuhakan taubat,
Karena penyakit hati dapat menghapus amalan seseorang hamba walupun itu banyak.
v
Alfaqih Ibn A’bidin dalam hasyiyahnya (رد المختار على الدار المختار ) berkata: “sesungguhnya ilmu ikhlas
,ujub,dengki,riya’ fardhu a’in seperti penyakit hati yang lainnya dst”.
v
Berkata العلامة
الشرنبلالي :”tidak berguna
amalan zhahir kecuali dengan bersihnya hati, dan dengan ikhlas dan terhindar
dari curang,iri,dengki.dst”
D.
Akhlaq shufiyah
Orang
yang bertasawuf ia akan berakhalq sebagai mana akhlaq Nabi SAW, adapun akhlaq Nabi
Muhammad SAWsebagai berikut :
Ø Tawadhu’(rendah
hati)
Ø Meringankan
kesusashan orang lain
Ø Berlapang hati
Ø Mudah memaafkan
Ø Berwajah baik
(tersenyum)
Ø Lemah lembut
Ø Tidak senang
dengan dunia
Ø Sedikit tertawa
Ø Takut kepada
Allah SWT
Ø Tidak lalai
dalam mengingat Allah dan baginda nabi SAW
Ø Saling
menasehati
Ø Dll, Semua
akhlaq yang berakhlaq dengannya nabi merupakan akhlaq yang karimah yang mana
kita harus berakhlaq dengannya.
E.
Perkataan ulama tentang tasawuf
a.
Imam Syafi’i
Imam Syafi’i
berkata : “ketika aku bersama seorang shufi aku mendapatkan 3 hal :
ü
Waktu itu ibarat pedang jikalau kamu tidak mengunakannya, dia akan
memotongmu.
ü
Jikalau engkau tidak menyibukkan dirimu dengan yang haq maka ia
akan menyibukkanmu dengan yang bathil.
ü
Ketidak beradaan (faqir) merupakan penjagaan Allah SWT”. (Kitab ta’yid Al-haqiqah)
b.
Imam Ahmad Bin Hanbal
Sesungguhnya Imam
Ahmad sebelum bersama orang shufi berkata ia kepada anaknya
Abdullah: “wahai anakku hendaklah
kamu dengan hadits,dan jauhi duduk bersama orang-orang yang menyebut diri
mereka shufi, mungkin saja
satu dari mereka tidak mengetahui hukum-hukum agama”.
Ketika beliau bertemu dan
berdiskusi bersama Abu Hamzah
Al-bagdadi Asshufi dan
mengetahui keadaan mereka para shufi, maka
imam Ahmad berkata kepada anaknya: “wahai ananda hendaklah
kamu duduk bersama orang kaum itu (shufi) sesungguhnya mereka melebihi kita
dalam ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,dan takut
kepada-Nya,zuhud,serta tinggnya semangat mereka”.(Lihat kitab Tanwir Al-qulub karangan syekh Amin Al-kurdi)
c.
Syaikh Muhammad Ramadhan Al-Buthi
Berkata
hafizahullah dalam kitabnya (السلفية)
“tasawuf dengan maknanya yang Haqiqi adalah inti Islam,dan permata terpendam
di dasar hati orang muslim tampa adanya tasawuf islam hanyalah sebatas praktik
dan syiar-syiar”.dst
d.
Imam Qusyairi rahimahullah
Imam Qusyairi
berkata: “Allah SWT menjadikan kelompok ini wali-wali pilihan-Nya dan
memuliakan mereka dari hamba-Nya setelah Rasul dan Nabi, dan menjadikan hati
mereka tempat rahasi-Nya dan mereka dikhususkan di antara umat untuk melihat cahaya-Nya.”(Risalah Al-Qusyairiyah)
e.
Imam Nawawi Rahimahullah
Imam Nawawi
menyebutkan dalam kitabnya (المقاصد)
tentang pondasi tasawuf . Beliau berkata “pondasi taswuf ada 5:
o
Bertaqwa kepada Allah dalam sepi dan
terang-terangan.
o
Mengukti Sunnah Nabi SAW dalam perkataan dan perbuatan.
o
Berpaling dari makhluk dalam penghadapan maupun saat mundur.
o
Ridha terhadap pemberian Allah banyak maupun sedikit.
o Kembali kepada Allah
dalam senang maupun sulit”.
(lihat Maqasid Al-imam Al-nawawi fi Al-tauhid
wa Al-ibadah Wa Al-tasawuf)
Wallahu A’lam
Bisshawab
