Selasa, 19 September 2017

Mengenal empat munaqqih madzhab Syafi'iyah


Madzhab Syafi'iyah adalah salah satu dari 4 madzhab yang paling masyhur khususnya di negara-negara asia tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand (fathani), dan Brunei Darussalam. Pendiri dari madzhab ini adalah seorang imam yg bergelar Nashir Al Sunnah yakni Imam Muhammad bin idris Al Syafi'i rahimahullah (150H - 204H), beliau menggabungkan dua madzhab terdahulu yaitu madzhab malikiyah (Madrasah Ahlu Al hadits) dan madzhab Al ahnaf/Hanafiyah (madrasah ahlul ra'yi), sehingga banyak pengikut dari dua madzhab sebelumnya beralih kepada madzhab imam Syafi'i karena pemikiran beliau yang logis disertai dengan dalil-dalil dari Al Qur'an dan hadits.
Seiring berjalannya waktu madzhab Syafi'iyah pun semakin berkembang, para ulama Syafi'iyah pun semakin banyak dan tidak sedikit terjadi khilaf diantara para ulama Syafi'iyah itu sendiri, hal itu semakin menyulitkan para pelajar madzhab syafi'iyah dalam menentukan pendapat yang mu'tamad diantara pendapat-pendapat para ulama tersebut, sehingga dengan banyaknya pendapat ulama Syafi'iyah muncullah para munaqqih (orang yang merevisi) madzhab syafi'iyah untuk menentukan pendapat yang mu'tamad diantara perbedaan2 pendapat tersebut, 2 Munaqqih madzhab generasi pertama tepatnya abad ke 6 H  dalam madzhab syafi'iyah adalah imam Al rafi'i dan Imam Al Nawawi, mereka mengumpulkan pendapat-pendapat para ulama dan menyeleksi mana yang mu'tamad dan mana yang muqabil mu'tamad, lalu stelah berlalu beberapa generasi, muncullah dua orang munaqih madzhab generasi kedua imam Ibnu Hajar dan Imam Al Ramli yaitu pada abad 9-10 H.
Dengan adanya para munaqqih madzhab tersebut, pemegang madzhab Syafi'iyah pun sangat terbantu dalam memahami fiqih Syafi'i itu sendiri, sebagai bentuk terimakasih pada mereka, ada baiknya kita mengenal sedikit tentang riwayat hidup para munaqqih madzhab tersebut.

1. Abdul Karim bin Muhammad bin Abdul Karim bin Al Fadli bin Al Hasan Al qazwini Al Rafi'i.

Beliau lebih dikenal dengan panggilan Imam Al Rafi'i, beliau adalah seorang tawadhu' lagi wara', orang yang paling tinggi ilmunya pada masanya, sangat ahli dalam berbagai bidang ilmu baik itu tafsir, hadits, dan Ushuluddin, adapun dibidang fiqh beliau adalah pegangan para muhaqqiq ketika itu sekaligus guru bagi orang-orang yang mengarang kitab, seolah-olah fiqh itu mati lalu beliau menghidupkannya kembali dan menyebarkannya.
Beliau mendengarkan hadits dari beberapa ulama, diantaranya adalah ayahnya sendiri yaitu Abu Hamid Abdullah bin Abi Al futuh bin Utsman Al imrani, dan Al khatib abu Al Nashr Hamid bin Mahmud Al mawara'annahri dll.
Berkata ibnu shalah "rasanya aku belum pernah melihat orang yang setara dengan beliau di negeri-negeri ajam (negara non arab)".
Imam Al Nawawi berkata "Imam Al Rafi'i adalah orang yang shaleh, beliau memiliki karomat yang banyak".
Berkata pula Imam Al isfarayini "beliau adalah guru kami, imamuddin, nashirussunnah. Orang nomor satu dalam urusan agama pada masanya, baik itu ilmu ushul maupun ilmu furu', seorang mujtahid madzhab pada masanya, tiada duanya dalam tafsir, beliau juga memiliki majlis tafsir dan hadits di qawzin (nama negeri)".
Imam Al Rafi'i wafat pada bulan dzulqaidah tahun 623H. Semoga Allah SWT memberkahi dan merahmati beliau serta kita semua, Amin Amin Amin ya rabbal alamin.

2. Syekh Muhyiddin abu Zakariya Yahya bin syaraf Al hizami annawawi (Imam Annawawi).

beliau adalah salah seorang munaqqih madzhab atau orang yg merevisi madzhab Syafi'i dan menertibkannya, seorang yg tinggi kedudukan dan kemampuannya dalam ilmu, seorang yg memiliki karangan-karangan yg masyhur lagi bermanfaat.
Beliau lahir tanggal 10 muharram 631 H di negeri Nawa, yaitu sebuah desa di negeri syam, ayahnya pernah bercerita bahwasanya disuatu malam, imam Nawawi tidur disebelahnya, ketika itu umurnya baru 7 tahun, lalu ia terbangun dipertengahan malam seraya bertanya pada ayahnya "cahaya apakah yg memenuhi rumah ini?", Maka terbangunlah seluruh keluarga Imam nawawi, lalu mereka berkata "kami tidak melihat apapun", maka ayahnya kembali bercerita, maka ketika itu aku tau bahwasanya Nawawi mendapat malam Lailatul Qadar.
beliau menamatkan hafalan Alquran di Syam, lalu beliau pergi ke damaskus pada tahun 649H, disana beliau membaca kitab ((attanbih)) selama empat bulan setengah, hebatnya lagi beliau hafal seperempat kitab ((Al muhadzzab)) beberapa bulan sesudahnya, tepatnya pada tahun 650H, lalu beliau pergi haji beserta orang tuanya pada tahun 651H.
Beliau Imam Annawawi dalam sehari semalam membaca 12 pelajaran bersama para gurunya dalam mata pelajaran yang berbeda-beda, beliau belajar fiqh dari beberapa ulama, diantaranya Al kamal Sallar Al Irbilliy, dan Al kamal Al maghribiy, imam Annawawi banyak mengambil manfaat dari mereka.
Beliau rahimahullah adalah seorang yg sangat sabar lagi zuhud atas kerasnya kehidupan, beliau bahkan tidak pernah memakan buah-buahan negeri damaskus karena keraguan beliau atas adanya kecurangan atau syubhat pada makanan tersebut, beliau hanya memakan apa yang berasal dari kampungnya yaitu yg berasal dari orangtuanya, dalam sehari semalam beliau hanya makan satu kali yaitu sesudah isya, dan tidak minum kecuali hanya satu kali yaitu pada waktu sahur, beliau tidak pernah meminum air dingin (air es) sebagaimana kebiasaan orang-orang syam, dan beliau juga tidak menikah, beliau banyak begadang untuk beribadah dan mengarang kitab, beliau adalah seorang yang suka mengajak pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran, beliau biasa memakai pakaian katun dan memakai sorban yg lembut dan ringan, dijanggutnya terdapat rambut yang memutih, dan pada dirinya terlihat ketenangan dan kewibawaan ketika berdiskusi bersama para fuqaha.
Lalu beliau kembali kekampungnya, kemudian mengunjungi baitul maqdis, kemudian kembali, setelah itupun beliau jatuh sakit, lalu wafat pada malam rabu tanggal 14 rajab 676H, dan beliau dimakamkan denegerinya. Semoga allah memberi kita manfaat dengan apa yang beliau tinggalkan. Aamiin.

3. Fadhilatussyekh syihabuddin Ibnu Hajar Al makki.
Al allamah Al muhaqqiq Al nasik Al Zahid, Al Syekh syihabuddin ibnu hajar Al makki, beliau adalah salah seorang munaqqih madzhab Syafi'i yg sangat terkenal dengan kitabnya (tuhfah al muhtaj syarh minhaj) dan kitab (al i'aab syarh al ubab), beliau lahir di Mesir namun beliau menetap di Makkah Al Mukaromah, beliau mengambil ilmu dari para masyaikh yang ada dimesir dan mereka mangijazahkan kepada imam ibnu hajar kebolehan dalam berfatwa dan mengajar, maka beliaupun berfatwa di universitas Al Azhar dan di Hijaz, beliau banyak mengarang kitab seperti (tuhfah), dan (meringkas Raudhah milik ibnu muqri) kemudian mensyarah kitab tersebut, dan mengumpulkan faidah-faidah yg tidak kita temui di dalam kitab syekh Islam Zakariya ataupun yang lain, sehingga muncullah orang-orang yang hasad kepada beliau, lalu orang itu mencuri kitab beliau dan melemparkannya kedalam air, lalu beliau sekali lagi mengarang syarah untuk yang kedua kalinya, beliaupun menyempurnakannya, beliau juga mensyarah kitab (Al Irsyad) menjadi dua syarah yang sangat fantastis yang mengambil manfaat dari kitab tersebut orang-orang mesir, hijaz, yaman, dll.
Beliau sama sekali tidak pernah menyibukkan dirinya dengan dunia, dan tidak pula dengan para pemimpin kecuali karena ada darurat syar'i.
Imam Al sya'rani berkata "aku bersamanya selama 40 tahun, dan aku tidak pernah melihat pada dirinya sesuatu yang mencoreng agamanya, dan aku sama sekali tidak pernah melihatnya berpaling dari kesibukan terhadap ilmu dan beramal dengannya". Beliau wafat tahun 994 H.
Semoga ilmu yang beliau tinggalkan bermanfaat untuk kita semua, aamiin.

4. Syamsuddin muhammad bin Ahmad bin hamzah Al Ramli.
Syaikh Al Imam Al alim Al allamah Al muhaqqiq, seorang yang berilmu tinggi lagi berakhlaq mulia, Syaikh Syamsuddin Muhammad anak dari Syaikh Al allamah Al muhaqqiq syihabuddin Al ramli.
Shaikh Al sya'rani berkata "tuanku Muhammad hidup atas agama dan ketaqwaan, menjaga diri dan sifat, orangtuanya memberikan pendidikan yang baik terhadapnya beserta tambahan taufiq dari Allah SWT, tatkala aku menggendongnya sambil belajar kepada ayahnya di madrasah nashiriyyah, aku melihat pada dirinya terdapat kebaikan dan taufiq, dan Allah pun membenarkan harapanku padanya, dan ia (Muhammad Al Ramli) sekarang adalah tempat kembalinya ahli mesir dalam meminta fatwa, mereka berkumpul atas keagamaan, wara', kebaikan akhlaq dan kemuliaan dirinya Muhammad bin Al Ramli, dan alhamdulilah dirinya masih melebihi demikian".
Beliau belajar langsung kepada ayahnya yaitu syihabuddin Al Ramli, darinya beliau belajar fiqgh, hadits, tafsir, ushul, nahwu, maani, bayan, dll.
Dan permulaan beliau adalah akhir dari ayahnya, sehingga ketika beliau mengajar di masjid Al Azhar sesudah ayahnya meninggal, mulailah tampak ke ajaiban dari ilmu ayahnya, dan hadir pada majlis beliau seluruh ulama, dan tidak akan ada yang mau meninggalkan atau tidak menghadiri majlisnya kecuali orang-orang yang tidak mengetahui qadar keilmuannya atau orang-orang yang memiliki rasa dengki pada beliau, ayahnya pernah berkata "aku tinggalkan anakku muhammad, Alhamdulillah, tidak butuh pada seorang pun ulama mesir kecuali sedikit", beliau mensyarah minhaj nawawi menjadi syarahan yang sangat masyhur dan menjadi kitab mu'tamad bagi para mutaakhirin yaitu kitab (nihayatul muhtaj). Beliau wafat hari minggu 13 jumadil awwal 1004 H.   Semoga kita diberi keberkahan dengan ilmu yang beliau tinggalkan.. aamiin.






Referensi :
1. Thabaqat Syafi'iyah li Al syarqawi
2. Thabaqat Syafi'iyah Al kubro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara turun untuk sujud yg benar

  ‌Soal : kita sering melihat kaum muslimin saling menyalahkan perihal masalah turun ketika sujud, apakah didahulukan lutut atau tangan, mak...