ketinggian semangat imam Syafi'i dalam menuntut ilmu.
Dalam keadaan senang dan gembira, imam Syafi'i menceritakan tentang dirinya dalm mnuntut ilmu.
Ia berkata, "dulu aku adalah seorang yatim dalam tanggungan ibuku, lalu ia mnyerahkanku ke kuttab(surau), dan ia tidak memiliki apapun yg akan diberikan pada guru, dan ketika itu guruku redha padaku bahwa aku mnggantikannya jika ia telah meninggalkan kuttab (karena kecerdasannya, imam Syafi'i mampu mnggantikan guru beliau mngajar di kuttab)"
Lalu beliau berkata, "suatu ketika setelah aku mngumpulkan Al-Quran, aku masuk kemasjid lalu duduk di majlis ulama, lalu aku mendengarkan hadits dan permasalahan2, maka aku lngsung mnghafalnya, ketika itu ibuku tidak memberiku uang untuk mmbeli kertas2, lalu aku melihat tangkai, maka aku mngmbilnya dan menulis padanya, maka apabila telah penuh, aku memotong2nya dan memasukkan kebejana, maka terkumpullah disisiku tangkai2"..
Begitulah kcerdasan imam Syafi'i dalam mnuntut ilmu... Dengan kcerdasan yg sedemikian rupa, beliau tetap tawadhu' dan tak pernah berhenti belajar.
Bagaimana dengan kita yg hanya memiliki kecerdasan rata2 atau bahkan kurang??
Nantikan kisah beliau selanjutnya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar